Safari Subuh Kali Ini, Sofyan A Djalil Mengisi Tausyiah

Redaktur / Editor author photo
Sofyan A Djalil Berikan Tausyiah di Safari Subuh
Koinrakyat.com - Pemerintah Kota Langsa melaksanakan Shalat Subuh berjamaah yang dilaksanakan di mesjid Baiturrahim Paya Bujok Seulemak, Sabtu (2/3).

Turut hadir Walikota Langsa Usman Abdullah SE, Wakil Walikota Dr H Marzuki Hamid MM, unsur Forkopimda, para kepala OPD, para Camat, para pegawai dan jamaah lainnya. 

Acara juga diisi dengan taushiyah yang disampaikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI Sofyan A Djalil. 

Dalam tausiyahnya menteri kelahiran tanah rencong ini mengatakan, bahwa saat ini semangat keberagamaan tidak lagi dibarengi dengan semangat akhlaq yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. 

Menurutnya, semangat keberagamaan hanya tampak pada fisik semata, seperti cara berbusana, bangunan mesjid yang megah, namun implementasi akhlaq menurun. 

"Semangat keberagamaan semakin baik di Indonesia, kualitas umat islam semakin hari membaik, dengan indikator fisik, seperti cara berbusana muslim, namun pada fenomena lain ada mis-komunikasi, akhlaq yang menurun, sangat mudah orang mengkafirkan orang lain," katanya.

Padahal, kata Sofyan A Djalil, dalam Islam ada empat mazhab yang berbeda. Namun para imam mazhab tidak pernah mengklaim dirinya yang paling benar, karena mereka (imam mazhab) memiliki akhlaq. 

Dikatakannya, akibat merosotnya akhlaq umat saat ini, masyarakat tidak lagi saling menghargai, menghormati, bahkan sangat mudah terhasut dan saling fitnah. "Berita hoaks di media sosial sangat banyak, untuk itu sebagai umat islam tidak boleh termakan berita hoaks, karena Islam mengajarkan kita untuk mengkroscek kembali isi pesan yang belum tentu kebenarannya," tandasnya

Sebaiknya, jika informasi yang belum tentu kebenarannya, sebagai umat Islam yang baik lebih baik diam. "Maka kalau dapat berita yang tidak benar maka lebih baik diam, jangan diforward," jelas alumni PII ini. 

Sofyan A Djalil juga mengingatkan agar berhati-hati dalam mengguna media sosial, karena saat ini semua informasi yang diakses melalui internet akan dicatat sebagai rekam jejak digital. "Semua yang kita akses di internet maka akan terekam, semua kita akan dicatat jejak digital kita," pesannya. [KJN-RA]
Komentar Anda

Berita Terkini