Dandim 0104/Atim Lepas Ujung Tombak Satuan Ke Koramil Model

Kontributor Langsa author photo
Danramil 10/Simpang Jernih Berikan Pengarahan
Koinrakyat.com - Dandim 0104/Atim Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis yang diwakili Danramil 10/Simpang Jernih selaku Perwira Piket Lettu Inf Jaya Sakti melepas ujung tombak satuan yakni Babinsa berangkat ke Koramil Model jajaran Kodim 0102/Pidie Korem 011/Lilawangsa yang beralamat di Desa Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, dalam rangka pengarahan pendayagunaan Ramil Model sebagai upaya peningkatan kemampuan Babinsa, bertempat di Aula Garasi Makodim, Minggu (24/3).

Kepada Tim Media Center Dandim mengatakan melalui Lettu Inf Jaya, bahwa kegiatan pemberdayaan koramil nodel ini merupakan upaya mewujudkan kemampuan aparat kewilayahan, untuk melaksanakan fungsinya dalam rangka meningkatkan kemampuannya guna menunjang pelaksanaan tugas pembinaan teritorial di lapangan.

Sambungnya, Koramil Model adalah bagian dari satuan pelaksana komando kewilayahan  dan sebagai ujung tombak pelaksana pembinaan wilayah. Selain melaksanakan tugas pokoknya, Koramil model juga bertugas menyelenggarakan pembekalan pelatihan bagi prajurit yang baru masuk ke satuan Kowil sebagai bekal melaksanakan tugasnya dilapangan sebagai Babinsa.

"Koramil model juga menjadi contoh bagi Koramil lainnya, baik dalam rangka pembinaan teritorial maupun dalam rangka pembinaan satuan," jelasnya.

Katanya, pemberdayaan koramil model harus didukung dengan sarana dan prasarana yang lengkap dan maksimal, guna mendukung setiap pelaksanaan kegiatan. Sebab Koramil Model sebagai pengembangan penigkatan kemampuan Babinsa serta merupakan Koramil percontoh bagi Koramil yang lain.

"Pembekalan materi yang diberikan harus dikuasai oleh setiap aparat Kowil, sehingga mahir dalam melaksanakan BINTER diwilayah, serta pengembangan kreatifitas, inovasi dan inisiatif dari aparat terus ditingkatkan guna mendukung dinamika tugas yang semakin komplek," tandasnya.

Dalam mempercepat peningkatan pelaksanaan Binter oleh seluruh aparat teritorial di daerah, sambungnya, perlu diperlukan peningkatan ketrampilan seluruh aparat komando kewilayahan, untuk itu Koramil model harus didayagunakan untuk menatar serta memberikan tuntutan kepada aparat komando kewilayahan yang ada maupun personel yang baru masuk satuan komando kewilayahan. Tolak ukur keberhasilan dalam pendayagunaan Koramil model dapat terlihat dengan maksimalnya aparat teritorial/Babinsa dalam melaksanakan Binter.

"Pembinaan Teritorial merupakan salah satu tugas pokok dan tangung jawab satuan teritorial yang di lakukan oleh aparat kewilayahan atau babinsa untuk mengolah potensi wilayah (geografi, demografi dan kondisi sosial) untuk kepentingan pertahanan negara. Untuk itu perlu pembekalan sehingga kualitas satuan teritorial sebagai ujung tombak selalu handal dalam menghadapi tugas serta memiliki kecakapan dalam melaksanakan tugas," ungkapnya. [KJN-RA]
Komentar Anda

Berita Terkini