Bicara Soal Bela Negara, Danramil 22/Langsa Barat Gelar Sosialisasi

Redaktur / Editor author photo
Danramil 22/Langsa Barat Lagi Menyampaikan Tentang Sosialisasi Bela Negara, [KJN-RA]
Koinrakyat.com - Danramil 22/Langsa Barat Kapten Inf Sukamto galakkan sosialisasi kesadaran bela negara kepada mahasiswa dan masyarakat dengan mengangkat ema "Dengan Semangat Bela Negara Kita Membangun Karakter Bangsa Untuk Meningkatkan Persatuan Dan Kesatuan," yang bertempat di Universitas Yapila, Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Sabtu (5/1).

"Indonesia adalah bangsa yang memperoleh kemerdekaan melalui perjuangan, bukan pemberian dari bangsa lain. Kita sebagai generasi penerus harus bangga dan meneladani para pahlawan/pendahulu kita yang gagah berani melawan penjajah untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan. Para pahlawan dan pendahulu kita telah mempraktekkan melakukan bela negara dalam perjuangan fisik dan non fisik (diplomasi) untuk memproklamirkan Indonesia dan mempertahankan kemerdekaan," tandas Sukamto.

Katanya, kita semua tahu bahwa saat ini hidup di era globalisasi yang seolah-olah negara tanpa batas (boardless) dengan segala bentuk dinamikanya. Globalisasi selain membawa dampak positif juga membawa dampak negatif yang memerlukan penanganan dan antisipasi.

Kendati demikian, lanjut Sukamto, untuk menghadapi berbagai ancaman dan tantangan globalisasi, diperlukan wawasan kebangsaan dalam memperkuat semangat nasionalisme melalui pendidikan bela negara. Beberapa bentuk pendidikan Bela Negara kepada masyarakat ataupun di dalam kampus yakni melalui Resimen Mahasiswa, Pramuka, Pecinta Alam, dan lain-lain untuk membiasakan diri belajar disiplin, kerjasama, dan tanggung jawab, serta memahami wawasan kebangsaan.

"Keberadaan suatu bangsa dalam bingkai negara pada dasarnya dilandasi oleh 3 (tiga) hal mendasar yaitu kesadaran, semangat, dan tekad yang kuat dalam memahami wawasan kebangsaan," ucap Sukamto.

Seyogyanya, pendidikan kesadaran bela negara bertujuan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai bela negara kepada setiap warga negara, demi terwujudnya kesadaran bela negara yang dapat mendukung sistem pertahanan dan keamanan Negara yang bersifat semesta.

"Nilai-nilai dasar kesadaran bela negara yang dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Indonesia, meliputi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara. Serta yakin bahwa Pancasila Sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara. Sehingga memiliki kemampuan awal bela negara," jelas Danramil 22/Langsa Barat.

Sehingga, bela negara akan kelihatan berarti, apabila setiap pemuda/mahasiswa sadar bahwa masa depan negara ada ditangannya. Tentunya, pemuda/mahasiswa tidak boleh bersikap masa bodoh dan pesimis, tetapi harus optimis dan terpanggil hatinya untuk ikut peduli dan mengatasi tantangan bangsa seperti pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan sosial.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Keuchik, Ketua PKK beserta anggotanya, masyarakat dan mahasiswa Yapila Langsa. [KJN-RA]
Komentar Anda

Berita Terkini