Berkeliaran wartawan abal-abal di Aceh Utara dan Lhokseumawe

ACEH UTARA, koinrakyat.com - Saat ini banyak oknum wartawan abal-abal berkeliaran mencari mangsa di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Modus yang digunakan yaitu dengan cara mendatangi acara-acara silaturahmi calon kepala daerah baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Kemudian oknum tersebut mencatat nama-nama wartawan yang meliput acara selanjutnya menyodorkannya kepada panitia dengan tujuan meminta uang liputan.

Hal itu seperti yang terjadi pada acara sulaturahmi calon Gubernur Aceh nonaktif Dr. Zaini Abdullah, bertempat di Posko Pemenangan Zaini Abdullah-Nasaruddin (AZAN) Wilayah Aceh Utara, Jl. Medan-Banda Aceh, Desa Alue Mudem, Lhoksukon, Rabu (30/11/2016) kemarin.

Menurut keterangan panitia acara Mus Muliadi, seusai acara pihaknya didatangi beberapa orang yang mengaku dari wartawan meminta uang imbalan liputan hingga jutaan rupiah sembari menyodorkan selembar kertas yang tertulis nama-nama wartawan yang hadir.

"Kami ada kasih uang 1 juta lebih kepada wartawan itu," katanya kepada wartawan, Kamis (1/12/2016) kemarin.

Berdasarkan hasil penelusuran LintasAtjeh.com, oknum wartawan tersebut berinisial KH, FS dan RF. Sedangkan sejumlah wartawan yang dicatut namanya mengaku tidak ada menerima uang sepeser pun dari panitia acara.

"Kami tidak menerima imbalan apapun dari panitia," kata Agussalim, wartawan Radaraceh.com yang dimintai klarifikasinya.

Terpisah, Ketua Forum Komunikasi Wartawan Media Online (FKWMOL) Aceh, Razali, mengatakan pihaknya kerap menerima laporan bahwa saat ini banyak oknum yang berkeliaran mengaku-ngaku sebagai wartawan dengan tujuan untuk mendapatkan uang. Kata dia, oknum wartawan tersebut juga tak segan-segan memeras para korbannya.

"Namun laporan yang sering saya terima oknum tersebut meminta uang pada panitia acara dengan cara mencatat nama-nama wartawan kemudian disodorkan kepada panitia. Setelah dikasih uang mereka pun pergi entah kemana," ujar Razali.

Untuk itu, ia mengimbau kepada pejabat publik apabila didatangi oleh seseorang yang mengatasnamakan wartawan meminta uang atau imbalan apapun diminta untuk menolaknya dengan tegas.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat luas apabila mendapati oknum wartawan yang dimaksud di atas diminta segera melaporkan ke organisasi wartawan atau melaporkannya ke Polisi.

"Karena dengan perbuatannya dinilai telah merugikan dan menciderai Pers Indonesia," tutupnya. [LA/red]

0 Response to "Berkeliaran wartawan abal-abal di Aceh Utara dan Lhokseumawe"

Poskan Komentar